Sebagian dari kita mungkin masih awam atau asing dengan cara mengurus BPKB motor yang hilang. Sebagian beranggapan tentu sulit karena harus mengikuti prosedur yang berbelit-belit dari pihak yang berwajib. Memang ada benarnya juga. Akan tetapi, kalau kita mengikuti prosedurnya, terutama menyiapkan persyaratan yang wajib untuk mengurus kehilangan BPKB, tidak akan serumit yang kita bayangkan.
Yang penting syarat yang diwajibkan untuk pengurusan BPKB motor yang hilang sudah ada dan lengkap tentu kita bisa segera mengurus. Apa saja persyaratan yang diperlukan untuk mengurus BPKB motor yang hilang?
Berikut adalah penjelasannya yang bersumber dari laman facebook Divisi Humas Mabes Polri.
Berikut syarat wajib untuk mengurus BPKB motor yang hilang:
a. Mengisi Formulir Permohonan
b. Surat Keterangan kehilangan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP)
c. Identitas :
1) Untuk perorangan : Jatidiri yang syah + satu lembar foto copy,
bagi yang berhalangan melampirkan surat kuasa bermaterai
cukup.
2) Untuk Badan Hukum : Salinan Akte pendirian + satu lembar foto
copy, Keterangan domisili, Surat Kuasa bermaterai cukup dan
ditanda tangani oleh pimpinan serta dibubuhi cap badan hukum
yang bersangkutan
3) Untuk Instansi Pemerintah : Surat Keterangan Kepemilikan
BPKB Instansi yang ditandatangani oleh Pimpinan dan
distempel/cap Instansi.
d. Surat Pernyataan BPKB hilang yang bubuhi materai dan ditanda-tangani pemilik.
e. Bukti penyiaran pada media massa cetak sebanyak 2(dua) kali setiap bulannya dengan tenggang waktu penyiaran selama 2(dua) bulan melalui media massa cetak lokal, Regional dan Nasional.
f. Surat Keterangan dari pihak Bank bahwa BPKB tidak dalam status
Jaminan Bank / Anggunan, jika di wilayah tersebut terdapat tidak lebih dari 2 (dua) Bank.
g. STNK Asli.
h. Cek Fisik kendaraan bermotor.
Sunday, March 29, 2015
Saturday, March 28, 2015
Bagaimana Supaya Motor Matic Irit
Bagaimana supaya motor matic irit? Motor matic sekarang sudah menjadi primadona di masyarakat Indonesia. Penjualannya terus bertumbuh dari tahun ke tahun dan berhasil mengambil alih penjualan motor bebek. Padahal, sebelumnya motor bebek cukup lama menjadi primadona di masyarakat kita. Salah satu faktornya adalah karena masyarakat kita membutuhkan sarana tranportasi yang praktis dan efisien ketika menghadapi jalanan yang semakin macet. Motor matic mampu menjawab kebutuhan tersebut. Pengendara matic tidak perlu repot-repot ganti gigi ketika akan menurunkan atau menaikkan kecepatan. Cukup tarik rem dan motor akan berhenti sesuai dengan keinginan. Tidak seperti motor bebek yang mengharuskan penunggangnya harus oper gigi ketika harus menaikkan atau menurunkan kecepatan.
Akan tetapi, di tengah kepraktisan tersebut, motor matic ternyata lebih boros bahan bakar. Itu adalah keluhan yang umum dari para pengguna motor matic. Salah satu faktornya adalah karena motor matic tidak memiliki persneling sebagaimana motor bebek. Namun, kita tidak perlu khawatir. Karena sekarang motor matic rata-rata sudah menggunakan sistem injeksi sehingga lebih irit bahan bakar. Sementara itu, untuk motor matic yang masih menggunakan pengabut karburator, pemborosan bahan bakar sebenarnya bisa kita minimalkan.
Berikut adalah tips agar motor matic irit:
1. Membersihkan karburator secara rutin.
Karburator merupakan pengatur pasokan bahan bakar ke ruang bakar. Dengan demikian kondisinya perlu dijaga agar selalu bersih. Kalau karburator kotor, efeknya adalah suplai bahan bakar akan tersendat. Supaya terjaga kebersihannya, karburator perlu dibersihkan minimal sebulan sekali.
2. Mengendarai dengan kecepatan stabil
Kalau kita sering menarik gas secara mendadak ataupun melakukan pengereman mendakak, hal ini akan mengakibatkan bahan bakar menjadi cepat habis. Karena bahan bakar yang diperlukan menjadi lebih besar. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mengendarai motor matic secara bijaksana. Dalam artian tidak sering-sering putar gas sembarangan ataupun melakukan pengereman mendadak. Lebih baik membawa motor matic pada kecepatan yang konstan atau stabil. Lakukan pengereman secara perlahan dan kurangi kebiasaan melakukan pengereman mendadak. Ketika akan menaikkan kecepatan putarlah gas secara perlahan seperti diurut dan tidak perlu menyentak-nyentakkan putaran gas. Begitu pula ketika kita hendak menurunkan gas.
3. Ganti oli secara berkala
Biasanya pabrikan menyarankan agar penggantian oli dilakukan kalau motor matic sudah menempuh jarak 3.000 km. Akan tetapi lebih baik dilakukan penggantian oli sebelum itu. Karena, dengan penggantian oli secara teratur, komponen yang saling bergesekan tidak akan cepat aus. Di samping itu, efek positifnya, penggantian oli secara teratur akan membuat performa mesin tetap halus dan terjaga. Dan lagi, kita perlu menggunakan oli yang sesuai atau direkomendasikan untuk sepeda motor matic. Penggunaan oli yang tidak sesuai bisa mengakibatkan mesin menjadi panas dan putaran gas menjadi lebih berat.
4. Menggunakan bahan bakar beroktan tinggi
Bahan bakar beroktan tinggi lebih cepat meletup dan akan terbakar sempurna di ruang bakar. Dan lagi, penggunaan bahan bakar beroktan tinggi seperti Pertamax tidak akan menimbulkan banyak kerak pada mesin.
Buat biker yang sudah biasa menggunakan premium untuk motor maticnya, langkah untuk menggunakan bahan bakar beroktan tinggi ini perlu dicoba. Tapi jangan mengoplos antara premium dengan pertamax misalnya. Kalau kita hendak mengisi dengan pertamax, lakukan ketika kondisi tangki sudah kosong.
Kabar baiknya buat biker, pertamax turun harga. Selisih hargannya dengan premium sekarang relatif tidak terlalu jauh, sekitar Rp 1.500.
5. Kurangi aksesories motor yang dapat menambah beban motor
Penggunaan aksesories yang berlebih dapat menambah beban motor. Imbasnya bahan bakar akan menjadi lebih boros karena ada tambahan beban.
Akan tetapi, di tengah kepraktisan tersebut, motor matic ternyata lebih boros bahan bakar. Itu adalah keluhan yang umum dari para pengguna motor matic. Salah satu faktornya adalah karena motor matic tidak memiliki persneling sebagaimana motor bebek. Namun, kita tidak perlu khawatir. Karena sekarang motor matic rata-rata sudah menggunakan sistem injeksi sehingga lebih irit bahan bakar. Sementara itu, untuk motor matic yang masih menggunakan pengabut karburator, pemborosan bahan bakar sebenarnya bisa kita minimalkan.
Berikut adalah tips agar motor matic irit:
1. Membersihkan karburator secara rutin.
Karburator merupakan pengatur pasokan bahan bakar ke ruang bakar. Dengan demikian kondisinya perlu dijaga agar selalu bersih. Kalau karburator kotor, efeknya adalah suplai bahan bakar akan tersendat. Supaya terjaga kebersihannya, karburator perlu dibersihkan minimal sebulan sekali.
2. Mengendarai dengan kecepatan stabil
Kalau kita sering menarik gas secara mendadak ataupun melakukan pengereman mendakak, hal ini akan mengakibatkan bahan bakar menjadi cepat habis. Karena bahan bakar yang diperlukan menjadi lebih besar. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mengendarai motor matic secara bijaksana. Dalam artian tidak sering-sering putar gas sembarangan ataupun melakukan pengereman mendadak. Lebih baik membawa motor matic pada kecepatan yang konstan atau stabil. Lakukan pengereman secara perlahan dan kurangi kebiasaan melakukan pengereman mendadak. Ketika akan menaikkan kecepatan putarlah gas secara perlahan seperti diurut dan tidak perlu menyentak-nyentakkan putaran gas. Begitu pula ketika kita hendak menurunkan gas.
3. Ganti oli secara berkala
Biasanya pabrikan menyarankan agar penggantian oli dilakukan kalau motor matic sudah menempuh jarak 3.000 km. Akan tetapi lebih baik dilakukan penggantian oli sebelum itu. Karena, dengan penggantian oli secara teratur, komponen yang saling bergesekan tidak akan cepat aus. Di samping itu, efek positifnya, penggantian oli secara teratur akan membuat performa mesin tetap halus dan terjaga. Dan lagi, kita perlu menggunakan oli yang sesuai atau direkomendasikan untuk sepeda motor matic. Penggunaan oli yang tidak sesuai bisa mengakibatkan mesin menjadi panas dan putaran gas menjadi lebih berat.
4. Menggunakan bahan bakar beroktan tinggi
Bahan bakar beroktan tinggi lebih cepat meletup dan akan terbakar sempurna di ruang bakar. Dan lagi, penggunaan bahan bakar beroktan tinggi seperti Pertamax tidak akan menimbulkan banyak kerak pada mesin.
Buat biker yang sudah biasa menggunakan premium untuk motor maticnya, langkah untuk menggunakan bahan bakar beroktan tinggi ini perlu dicoba. Tapi jangan mengoplos antara premium dengan pertamax misalnya. Kalau kita hendak mengisi dengan pertamax, lakukan ketika kondisi tangki sudah kosong.
Kabar baiknya buat biker, pertamax turun harga. Selisih hargannya dengan premium sekarang relatif tidak terlalu jauh, sekitar Rp 1.500.
5. Kurangi aksesories motor yang dapat menambah beban motor
Penggunaan aksesories yang berlebih dapat menambah beban motor. Imbasnya bahan bakar akan menjadi lebih boros karena ada tambahan beban.
Friday, March 27, 2015
Ternyata Busi Banyak Macamnya
Kendaraan bermotor yang kita bawa sehari-hari membutuhkan perawatan rutin. Mengingat ada bagian-bagian yang cepat aus. Salah satu komponen yang wajib dipantau kondisinya adalah busi. Fungsi busi sangatlah vital bagi motor. Tugasnya yaitu memercikkan api didalam ruang bakar mesin yang kemudian membakar campuran bensin dan udara di dalam mesin. Kalau sudah aus, busi wajib diganti. tidak boleh tidak. Kalau tidak, bisa dibayangkan apa yang akan terjadi. Motor jadi tidak bisa dihidupkan. Parahnya, bisa mendadak mati.Oleh karena itu, pengguna kendaraan bermotor dihimbau untuk selalu mengecek kondisi businya. Kalau sudah aus lebih baik langsung diganti untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tentunya kita tidak mau di jalan motor mogok karena masalah pada busi.
Di Indonesia, kita mengenal ada lima macm jenis busi. Secara umum, ada 5 jenis busi yang dikenal yaitu busi standart, busi iridium, busi platinum, busi resistor, dan busi racing. Masing-masing busi ini mempunyai spesifikasi yang berbeda. Pada kesempatan ini, mari kita mengenal sedikit mengenai jenis-jenis busi tersebut.
Kita mulai dengan busi standart. Busi Standar adalah busi yang lazim digunakan pihak pabrikan pada produk-produknya. Jadi, ketika kita beli motor, busi yang digunakan pabrikan motor adalah busi standart ini. Busi standart umur pakainya kurang-lebih 20 ribu km. Tentu dengan pemakaian normal. Diameter center electrodenya rata-rata berkisar 2,5 mm.
Beralih ke jenis busi lainnya, yaitu busi Iridium. Jenis Iridium ini biasa dipakai pada motor bermesin besar di atas 150 cc. Ciri khas busi Iridium adalah ujung elektroda dari nikel. Untuk center elektrodanya sendiri dibuat dari iridium alloy warna platinum buram. Diameter center elektrodanya 0,6 mm – 0,8 mm. Masa pakai busi Iridium berkisar 50 ribu sampai 70 ribu km.
Beralih ke busi Platinum. Busi platinum diameter center elektrodanya 0,5 mm- 0,8 mm. Ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrodenya terbuat dari platinum. jenis ini bisa dipakai untuk menempuh jarak kurang-lebih 30 ribu kilometer.
Jenis busi yang ke empat adalah busi Resistor. Secara tampilan fisik, busi resistor punya logo R latin pada bodinya. Kadangkala, ada konsumen yang salah mengartikan arti "R" pada busi tersebut. Dikiranya itu adalah busi tipe racing. Busi resistor digunakan untuk melindungi perangkat elektronik digital, seperti speedometer. Maka dari itu, busi resistor mempunyai jasa yang besat untuk perangkat elektronik digital motor.
Jenis busi terakhir adalah busi Racing. Busi racing ini dirancang dengan menggunakan bahan khusus yang tahan terhadap kompresi tinggi serta temperatur mesin yang tinggi. Diameter center elektroda pada busi racing relatif kecil dan meruncing seperti jarum. Umur busi ini relatif pendek, berkisar 20 ribu sampai 30 ribu km.
Itulah 5 jenis busi yang lazim digunakan di Indonesia. Penggunaan jenis-jenis busi tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan berkendara. Untuk pemakaian normal sehari-hari tentunya busi standart juga sudah bagus. Yang penting adalah bagaimana kita selalu melakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap kondisi busi.
Di Indonesia, kita mengenal ada lima macm jenis busi. Secara umum, ada 5 jenis busi yang dikenal yaitu busi standart, busi iridium, busi platinum, busi resistor, dan busi racing. Masing-masing busi ini mempunyai spesifikasi yang berbeda. Pada kesempatan ini, mari kita mengenal sedikit mengenai jenis-jenis busi tersebut.
Kita mulai dengan busi standart. Busi Standar adalah busi yang lazim digunakan pihak pabrikan pada produk-produknya. Jadi, ketika kita beli motor, busi yang digunakan pabrikan motor adalah busi standart ini. Busi standart umur pakainya kurang-lebih 20 ribu km. Tentu dengan pemakaian normal. Diameter center electrodenya rata-rata berkisar 2,5 mm.
Beralih ke jenis busi lainnya, yaitu busi Iridium. Jenis Iridium ini biasa dipakai pada motor bermesin besar di atas 150 cc. Ciri khas busi Iridium adalah ujung elektroda dari nikel. Untuk center elektrodanya sendiri dibuat dari iridium alloy warna platinum buram. Diameter center elektrodanya 0,6 mm – 0,8 mm. Masa pakai busi Iridium berkisar 50 ribu sampai 70 ribu km.
Beralih ke busi Platinum. Busi platinum diameter center elektrodanya 0,5 mm- 0,8 mm. Ujung elektroda terbuat dari nikel dan center electrodenya terbuat dari platinum. jenis ini bisa dipakai untuk menempuh jarak kurang-lebih 30 ribu kilometer.
Jenis busi yang ke empat adalah busi Resistor. Secara tampilan fisik, busi resistor punya logo R latin pada bodinya. Kadangkala, ada konsumen yang salah mengartikan arti "R" pada busi tersebut. Dikiranya itu adalah busi tipe racing. Busi resistor digunakan untuk melindungi perangkat elektronik digital, seperti speedometer. Maka dari itu, busi resistor mempunyai jasa yang besat untuk perangkat elektronik digital motor.
Jenis busi terakhir adalah busi Racing. Busi racing ini dirancang dengan menggunakan bahan khusus yang tahan terhadap kompresi tinggi serta temperatur mesin yang tinggi. Diameter center elektroda pada busi racing relatif kecil dan meruncing seperti jarum. Umur busi ini relatif pendek, berkisar 20 ribu sampai 30 ribu km.
Itulah 5 jenis busi yang lazim digunakan di Indonesia. Penggunaan jenis-jenis busi tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan berkendara. Untuk pemakaian normal sehari-hari tentunya busi standart juga sudah bagus. Yang penting adalah bagaimana kita selalu melakukan pemeriksaan dan perawatan terhadap kondisi busi.


