Sunday, December 7, 2014

Fitur-Fitur Mewah Mio M3 125 Blue Core

Jumat, 05 Desember 2014, Yamaha resmi memperkenalkan generasi ketiga mio, yang diberi nama Mio M3 125. Motor ini menjadi matic pertama Yamaha Indonesia yang mengusung teknologi blue core. Ada penggunaan kata M3 di belakang Mio. Nama M3 ini dipakai untuk menunjukkan bahwa skutik terbaru dari Yamaha ini merupakan generasi ketiga dari mio series. Generasi pertama adalah mio karburator yang cukup sukses di pasaran. Kemudian generasi kedua adalah Mio J yang sudah menganut sistem injeksi.
M3 sendiri berarti Me, Myself, Mio. Untuk Mio M3 125 ini, seperti yang sudah-sudah, Yamaha menggunakan tagline yang cukup menarik. Tagline yang diberikan Yamaha untuk Mio generasi ketiga ini adalah " Tanpa Kompromi". Tagline ini dimaksudkan bahwa Mio didesain " tanpa kompromi" untuk generasi muda yang terus memacu diri mengikuti kata hati. Ini sesuai dengan segmen yang dibidik, yaitu anak muda usia 17-25 tahun yang membutuhkan kendaraan untuk tranportasi harian.

Berbagai ubahan dilakukan oleh pabrikan Yamaha demi memenuhi keinginan konsumen. Yang paling jelas adalah ubahan mesin dari yang sebelumnya 115cc menjadi 125cc. Ubahan yang cukup mengejutkan mengingat Mio M3 125 ini diposisikan untuk bermain di segmen entry level. Dan harganyapun di set di kisaran 14 jutaan. Langkah berani Yamaha dalam rangka merebut pasar matic dari Honda. Beragam fitur lain juga disematkan pada motor terbaru Yamaha ini.


Berikut adalah fitur-fitur yang ditawarkan Mio M3 125:

1. Mio M3 125 dilengkapi dengan Eco Indikator
Fungsi dari fitur ini adalah untuk memberi informasi kepada pengendara ketika berkendara pada kondisi performa mesin yang paling optimal. Sehingga, bahan bakar bisa hemat hingga 60%.

2. Mio M3 125 mempunyai kapasitas tangki bahan bakar 4,2 liter
Dengan kapasitas tangki sebesar itu, Mio M3 125 mampu diajak berlari sejauh 200 km. Cukup irit. Dan tentunya, pengendara tidak perlu bolak-balik untuk isi bahan bakar

3. pegangan jok belakang yang stykish berkarakter M

4. smart lock system

5. smart side stand switch
Fitur ini yang tidak ditemukan pada generasi mio pertama maupun kedua. Kelihatannya simple namun sangat berpengaruh, terutama untuk pengendara yang sering lupa menaikkan standart samping ketika menjalankan motornya. Dengan adanya fitur ini, pengendara akan merasa lebih aman. Ketika standart samping masih berdiri, otomatis mesin tidak akan nyala.

Jelas bahwa kehadiran Mio M3 125 ini cukup menggoda. Seabreg fitur keamanan ditawarkan. Belum lagi perubahan kapasitas mesin dari 115cc menjadi 125cc. Dan yang paling menarik tentusaja adalah teknologi blue core yang digunakan Yamaha pada matic terbarunya ini. Teknologi yang membuat motor menjadi lebih irit 50% dibandingkan versi karburator.

Saturday, December 6, 2014

Biker Nantang Polisi Akibat Ditilang

Razia polisi mungkin bagi sebagian biker menjadi hal yang menakutkan. Melihat polisi bergerombol di pinggir jalan lantas menjadi parno. Tanpa pikir panjang putar balik demi menghindari polisi di depan. Padahal belum tentu itu adalah razia. Bisa jadi polisi sedang bertugas melakukan pengamanan ketika ada pejabat penting polri atau pejabat penting pemerintah akan lewat.
razia motor oleh polisi
Akan tetapi, kalau minggu-minggu ini, kalau kita menjumpai banyak polisi yang berjajar di pinggir jalan, jelas itu adalah razia. Sampai tanggal 9 Desember 2014, Polri memang menggelar razia serentak di seluruh Indonesia. Razia ini memang menjadi program Polri. Tujuannya amat mulia, mengkampanyekan keamanan dan keselamatan berkendara. Sekaligus menertibkan pengendara. Tujuan luhur yang patut kita acungi jempol sekaligus kita dukung bersama. Razia tersebut diberi nama razia Zebra. Jadi jangan heran kalau hampir di tiap-tiap jalan raya yang besar kita menjumpai Bapak-bapak polisi yang menggelar razia. Dan kalau kita perhatikan, banyak biker yang terjaring razia ini. Padahal, kalau surat-surat kita lengkap, kita bawa SIM, STNK, motor dalam kondisi standart biasanya tidak akan ada masalah. Paling diberhentikan sebentar, diminta menunjukkan SIM dan STNK. Kalau surat-surat tersebut lengkap dan kita tidak melakukan pelanggaran aturan berlalu-lintas, biasanya akan dipersilahkan jalan. Cerita berbeda ketika kita tidak membawa SIM atau tidak membawa STNK. Ataupun ketika kita melanggar aturan berlalu lintas seperti tidak menyalakan lampu depan, tidak pakai helm, tidak memasang kaca spion motor, motor sudah dalam keadaan tidak standart, bonceng tiga, pakai knalpot bising dan lain-lain. Kalau sudah begitu, jelas Polisi akan memberhentikan kita dan melakukan tilang karena kita melakukan pelanggaran ataupun tidak melengkapi diri dengan SIM maupun STNK. Kita tidak akan bisa mengelak dari tilang Polisi. Tinggal terima surat tilang untuk kemudian mengikuti sidang yang waktu dan tempatnya telah ditentukan. Lalu bagaimana kalau biker yang ditilang tidak terima?

Seperti kasus yang terjadi pada biker ini. Kasusnya cukup mengejutkan dan bisa dibilang bikernya sangat bernyali. Sebagaimana diberitakan okezone, tidak terima dirazia, sang biker justru marah-marah kepada polisi dan mengajaknya berduel. Tindakan yang sangat nekad. Kejadian ini terjadi di daerah Sulawesi. Sang biker yang sedang melintasi jalan Trans Sulawesi, Kabupaten Pinrang diberhentikan polisi karena sedang ada razia pada Selasa, 2 Desember 2014. Sang biker ini ditilang karena ternyata tidak membawa surat-surat kendaraan. Kalau begini memang jelas pelanggaran dan Polisi wajib melakukan tilang. Cerita akan beres kalau sang biker tidak berulah. Akan tetapi entahlah apa yang melintas di pikiran sang biker. Tidak terima dirazia, malah mencaci dan ngajak duel polisi. Tentusaja itu adalah tindakan yang salah dari sang biker. Sudah tahu salah, malah ngajak duel polisi. Malah tambah kesalahan lagi. Bisa dikenakan pasal melawan petugas. Apalagi ini operasi resmi serentak di Indonesia. Bisa runyam dan berbuntut panjang. Bagaimana jika pak polisi yang diajak duel dan khabarnya dimaki-maki tersebut tidak terima dan mengambil tindakan hukum. Dari satu persoalan tilang bisa merembet ke persoalan lain yang berbuntut panjang.


Friday, December 5, 2014

Yamaha Mio Blue Core 125CC

Setelah dahulu sempat menjadi rajanya matic, Yamaha kemudian meredup. Posisi sebagai rajanya matic lantas berhasil diambil alih oleh Honda yang sukses dengan Beat series dan Vario series. Setelah itu, laju Honda sebagai rajanya matic seolah tak terbendung. Berbagai upaya dilakukan Yamaha untuk kembali merebut tahta matic, khususnya dengan menghadirkan model-model baru. Dimulai dengan Mio J yang sudah mengusung teknologi injeksi, disusul dengan Mio GT, Soul GT sampai yang terbaru adalah GT 125.. Akan tetapi, upaya itu tidak membuahkan hasil sebagaimana yang diinginkan. Honda tetap kokoh sebagai rajanya matic. Posisi yang seolah sulit sekali digoyang.

Menyadari hal itu, Yamaha tidak berdiam diri. Yamaha ternyata menyiapkan matic terbaru dengan teknologi blue core untuk menggoyang kedigdayaan Honda. Matic dengan teknologi blue core ini sempat terendus di dunia maya dan menjadi topik pembicaraan yang menarik. Banyak harapan yang digantungkan kepada matic terbaru tersebut

Jumat, 5 Desember 2014 kemarin, akhirnya jelas sudah. Secara resmi, Yamaha memperkenalkan matic barunya tersebut. Yamaha Mio M3 125. Itulah nama yang disematkan kepada jagoan anyar Yamaha di segmen matic ini. Matic ini dibekali dengan mesin 125cc.Tenaga maksimal yang bisa dimuntahkan sebesar 9,52 PS/ 8.000 rpm dengan torsi maksimal sebesar 9,6 Nm. Mio M3 125 blue core ini dibekali settingan CVT terbaru. Tidak tanggung-tanggung, Mio M3 125 blue core ini diriset langsung di Jepang. Hebatnya lagi, Mio M3 125 menjadi motor pertama produksi Yamaha Indonesia yang mengusung teknologi blue core. Teknologi blue core ini membuat Mio M3 125 lebih irit 50% dibandingkan mio karburator generasi awal.
Dengan demikian, Yamaha memberikan nilai lebih kepada  konsumen mengingat mesin yang ditawarkan adalah 125cc. Sementara mesin kompetitor masih 110cc.

Untuk desainnya sendiri terlihat mengalami banyak perubahan. Headlamp yang pada generasi mio berada di atas, sekarang posisinya turun di body depan, dekat lampu sein. Sekilas terlihat kemiripan dengan Honda Beat. Yamaha sepertinya sengaja membenturkan dengan desain Honda Beat. Mengingat desain Honda Beat sudah begitu diterima masyarakat. Ini merupakan langkah cerdas dari Yamaha. Dengan memberikan desain mirip kompetitor yang sudah jelas diterima pasar. Tentusaja, Yamaha tetap memberikan sentuhan khasnya. Garis-garis tajam khas Yamaha tetap terlihat, dengan stripping yang ngejreng berani. Dimensi body terlihat besar namun proporsional, memberi kesan matic yang kokoh.
mio 125 blue core m3
Untuk harganya sendiri, Yamaha membanderol pada angka 13,9 juta. Harga yang cukup berani mengingat di rentang harga tersebut pabrikan lain bermain di pasar 110-115cc.
Untuk warnanya sendiri, tak tanggung-tanggung, Mio M3 125 hadir dengan 6 pilihan yaitu Mention Black, Trending Yellow, Hastag Brown, Selfie Red, Chat White dan Tweet Magenta. Dengan pilihan warna yang beragam ini, diharapkan Mio M3 125 mampu merebut hati kawula muda. Ini selaras dengan segmen yang dibidik yaitu kawula muda yang trendy, dinamis, uptodate.

Peluncuran Mio M3 125 blue core ini membuat konsumen mempunyai banyak pilihan ketika akan membeli sepeda motor matic. Dengan harga 13, 9 jutaan, Yamaha seolah mengatakan bahwa mereka mempunya matic yang irit sekaligus kencang dengan kapasitas mesin yang jauh lebih besar dibandingkan dengan para kompetitor di rentang harga yang sama. Pilihan yang sangat menggoda mengingat beragam fitur baru dan ubahan yang dilakukan Yamaha pada matic terbarunya ini.

Thursday, December 4, 2014

Mengenal Sejarah MotoGP

MotoGP sudah menjadi kejuaraan balap motor internasional yang sangat digandrungi di berbagai belahan dunia. Di negara kita tercinta ini, siaran MotoGP menjadi salah satu tontonan favorit. Tak mengherankan mengingat ajang balap MotoGP menyuguhkan tontonan yang menarik. Mulai dari skill pembalap, teknologi motor, sampai sosok pembalap yang menjadi favorit di ajang MotoGP. Tahun 2014 ini, pembalap dari Repsol Honda, Marc Marquez menjadi juara dunia. Marquez menjadi pembalap termuda yang pernah memenangkan kejuaaraan MotoGP. Berbagai rekor pun berhasil ditorehkan oleh pembalap yang dijuluki baby alien ini. Sementara pembalap dari Movistar Yamaha, Valentino Rossi menjadi runner-up. Melengkapi tiga besar ada rekan satu team Rossi, yaitu Jorge Lorenzo.
Kejuaraan MotoGP sendiri sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya. Kalau kita menilik ke belakang, kejuaraan balap motor dunia pertama kali diadakan tahun 1949 oleh Federation Internationale de Motocyclisme (FIM). Saat itu dilombakan berbagai kelas motor berdasarkan kapasitas mesin dan kelas untuk sidecars (motor bersespan). Kelas yang dilombakan mulai dari kelas 50cc, kelas125cc, kelas 250cc, kelas 350cc, dan kelas 500cc untuk motor single seater. Serta untuk motor sidecars ada kelas 350cc dan kelas 500cc. Tahun 1950-an dan 1960-an, semua kelas balapan didominasi oleh motor bermesin 4 tak. Namun, pada akhir 1960-an, di kelas-kelas kecil balapan, motor bermesin 2 menunjukkan tajinya. Puncaknya adalah di era 1970-an, motor 2 tak sanggup menggusur dominasi mesin-mesin 4 tak.

Pada tahun 1979, Honda dengan motor NR500 nya berusaha mengembalikan kejayaan mesin 4 tak di kelas puncak. Akan tetapi Honda mengalami kegagalan. Justru pada tahun 1983, Honda berjaya dengan motor 500cc dengan motor 2 tak. Pada perkembangannya, kelas 350cc dihapus. Ini terjadi pada tahun 1983. Setahun berselang, kelas 50cc ditiadakan dan diganti dengan kelas 80cc. Sayangnya, kelas ini kemudian dihilangkan pada tahun 1990. Begitu pula dengan kelas sidecars. Dengan demikian pada tahun 1990,  ajang balap motor dunia tinggal menyisakan kelas 125cc, 250cc, dan  500cc.



Tahun 2002, kelas puncak 500cc mengalami banyak perubahan yang lumayan drastis. Pada tahun ini, pabrikan diberi izin untuk memperbesar kapasitas mesin 4 tak menjadi maksimum 990cc. Pabrikan juga diberi kebebasan untuk memilih jumlah silinder yang digunakan antara tiga sampai enam dengan batas berat tertentu. Perubahan regulasi ini diikuti dengan perubaha nama kelas dari GP 500 menjadi MotoGP. Bagaimana dengan nasi mesin 2 tak selanjutnya? Setelah tahun 2003 semua team sudah menggunakan mesin 4 tak. Dengan demikian tidak ada lagi mesin 2 tak, kecuali kelas 125cc dan 250cc. Kedua kelas tersebut masih mengikuti ajang balap dengan mesin 2 tak.
Untuk ajang MotoGP ini ada 17 seri yang diselenggarakan di 15 negara yang berbeda. Khusus untuk Spanyol kebagian 3 seri balapan. Balapan umumnya diselenggarakan pada akhir pekan. Dimulai dengan latihan bebas dan latihan resmi pertama pada hari Jumat. Hari Sabtu dilanjutkan dengan latihan resmi kedua dan QTT.

Itulah sepintas sejarah MotoGP. Sejarah yang cukup panjang dari rentang tahun 1949 sampai sekarang. Sudah banyak perubahan regulasi yang diadakan demi terselenggaranya balapan. Faktor keselamatan pembalap juga semakin diperhatikan. Bahkan dewasa ini, MotoGP sudah menggunakan banyak sekali perangkat elektronik yang tentusaja tujuannya untuk menjaga keselamatan para pembalap. Mengingat di ajang balapan, segalanya bisa terjadi. Kita masih ingat beberapa waktu lalu, bagaimana Marco Simoncelli meninggal setelah mengalami kecelakaan yang cukup tragis di lintasan balap.

Wednesday, December 3, 2014

Mengenal Soichiro Honda (Bagian-2, Tamat)

Pada akhir bagian pertama, diceritakan bagaimana Honda diangkat menjadi kepala bengkel Art Shokai di kota Hamamatsu. Di bawah kendali Honda, bengkel berkembang pesat dan menjadi besar. Dimulai dari bengkel dengan 1 karyawan, kemudian berkembang menjadi 50 karyawan. Pencapaian yang cukup fantastis, mengingat semua itu diraih dalam waktu yang relatif singkat, yaitu dalam kurun waktu 3 tahun.

soichiro honda, pendiri honda
Kemudian pada tahun 1933, Honda berhasil mewujudkan mimpinya untuk membuat mobil balap impiannya. Mobil balap tersebut didesain dengan basis mesin pesawat terbang Curtis A1. Nama Curtis kemudian diberikan pada mobil balap ciptaan Honda. Yang mencengangkan, dengan mobil tersebut Honda mampu memenangi sebuah kejuaraan di Jepang. Meskipun Honda hanya berperan sebagai navigator.
Masih di tahun yang sama, Honda kemudian menikah dengan seorang wanita dari kalangan berpendidikan, yaitu Sachi. Setahun berselang, Honda mulai merintis kariernya di bidang otomotif. Honda ingin mewujudkan mimpinya untuk membuat mesin mobil sendiri. Dengan tekad baja, Honda kemudian mempelajari komponen-komponen mesin mobil, utamanya komponen yang saat itu sangat mahal, yaitu ring piston. Tekadnya ini diwujudkan dengan membuat workshop sendiri, yang lokasinya bersebelahan dengan bengkel Art Shokai di Hamamatsu. Honda kemudian memberinya namaPusat Penelitian Ring Piston ART. Akan tetapi, kali ini Honda gagal total. Ring piston buatannya selalu patah atau menggores dinding blok silinder. Kegagalan Honda juga berlanjut ketika desain ring pistonnya ditolak pabrikan Toyota. Menyadari kegagalannya, Honda kemudian memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya. Meskipun sudah berumur 28 tahun, Honda kemudian masuk ke perguruan tinggi Hamamatsu demi mewujudkan mimpinya membuat ring piston mobil.

Akhirnya tahun 1937 mimpi Honda untuk membuat ring piston sendiri terwujud. Untuk pertama kalinya, Honda berhasil membuat ring piston yang sempurna. Setahun berselang, Honda kemudian mendirikan Pabrik Ring Piston pertamanya yang diberi nama Tokai Seiki.  Bengkel Art Shokai ditinggalkan dan diserahkan kepada anak buahnya yang layak memimpin. Singkat kata, pabrik ring piston milik Honda berkembang pesat. Buktinya, Honda mampu menyuplai ring piston ke pabrik mobil Toyota dan Nakajima Aircraft yang memproduksi mesin pesawat terbang. Namun, pada tahun 1945, meletus perang dunia ke 2. Jepang kalah oleh pasukan sekutu. Pabrikan Ring piston milik Honda hancur akibat serangan pasukan sekutu.
Dengan situasi yang hancur lebur, Honda mencoba membangun kembali pabriknya. Setelah pabrik berdiri dan operasional berjalan, cobaan datang lagi menghampiri.Jepang dilanda gempa bumi dahsyat yang membuat pabriknya rata dengan tanah.
Di tengah kehancurannya, tahun 1947 Honda menjual pabrik pertamanya tersebut kepada Toyota. Honda kemudian mengalami menjadi jatuh miskin sebagaimana penduduk Jepang lainnya. Untuk bepergian kemana-mana, dirinya harus menggunakan sepeda. Tak dinyana, Honda justru menemukan sebuah ide briliant yang akan mengubah dunia. Honda terpikir untuk membuat sepeda dengan ditambah motor sehingga pemakainya tidak perlu repot menggenjot. Juga tidak boros bensin sebagaimana menggunakan mobil.

Awalnya, Honda berpikir bagaimana bila menggabungkan mesin bekas sisa perang ke sepeda yang ditungganginya agar tidak repot lagi menggenjot sepeda. Ternyata banyak orang yang kemudian tertarik dengan sepeda bermotor buatan Honda ini.

Pada November 1947, Honda berhasil membuat motor pertamanya yang diberi nama Nama A-Type. Motor ini kemudian dikenal dengan nama Chimney. Motor ini sangat sederhana dan bentuknya lebih mirip dengan sepeda yang diberi mesin. Motor ini ternyata sukses besar. Kesuksesan ini membuat Honda berpikir untuk mendirikan pabrik kembali. Akan tetapi, di balik cerita sukses A-Type, ada kisah pedih lain buat Honda. Honda hampir bangkrut dikarenakan manajemen keuangan yang sangat buruk. Namun semuanya berubah ketika Honda bertemu seorang ahli keuangan & marketing Takeo Fujisawa. Nantinya Takeo Fukisawa menjadi salah satu cerita sukses di Pemasaran Produk Honda baik di Pasar Domestik Jepang ataupun Pasar Global.

Cerita itu dimulai.  24 September 1948, Soichiro Honda mendirikan pabrik motor pertamanya yang diberi nama Honda Motor Company. Honda berhasil menghadirkan motor baru berlabel B-Type, kemudian C-Type yang merupakan pengembangan dari A-Type dengan mesin baru 90cc. Keberhasilan Honda ini tak bisa dilepaskan begitu saja dari sosok Takeo Fujisawa yang membantu Honda di bidang keuangan dan manajement. Inovasi Honda tidak berhenti sampai di situ. Tahun 1949, Honda merilis D-Type yang sudah berbentuk motor. Tidak seperti model sebelumnya yang lebih mirip sepeda dengan mesin. Honda D-Type yang dikenal luas dengan nama Honda Dream menggunakan mesin 2-Tak 98cc. Tenaganya sebesar 3PS. Akan tetapi, Honda Dream ternyata memiliki kekurangan yang cukup menganggu yaitu asap yang mengebul dan suara berisik.  Honda bertindak cepat dengan hadirnya motor baru E-Type, dengan mesin 4-Tak. Motor ini kemudian sukses besar di Jepang. Honda terus berinovasi dan menghasilkan F-Type, Honda Benly, Honda C-70 Twin, hingga Honda Super Cub. Kesuksesan di Jepang diikuti dengan keberhasilan Honda menembus pasar Amerika pada tahun 1959.

Kesuksesan ini tidak membuat Honda berpuas diri. Dirinya masih memendam mimpi untuk menaklukkan ajang Balap Internasional. Ajang yang belum pernah diikuti oleh Honda. Tahun 1959, hal ini diwujudkan dengan keikutsertaan Honda di ajang kejuaraan Isle Of Man TT (IOM TT) 125cc yang  merupakan salah satu seri dari kejuaraan WorldGP (MotoGP). Honda menggunakan dua motornya RC141 & RC142. Hasilnya, tidak mengecewakan. Honda mendapatkan gelar Manufacturers Team Award. Setelah itu, pada 1960, Honda memutuskan untuk sepenuhnya terjun di  kejuaraan WorldGP baik di kelas 125cc maupun kelas 250cc. Hasilnya, Honda gagal total. Tak ingin larut dalam kegagalan, Honda mencoba bangkit. Tahun 1961, Honda mengikuti ajang WorldGP berbekal 2 motor baru bermesin 4-Tak,  2RC143 dan RC162. Mesin 4-Tak Honda cukup inovatif kala itu, mengingat pabrikan lainnya masih menggunakan mesin 2-Tak. Hasilnya, Honda sukses besar dengan berhasil merebut dua gelar juara dunia baik di kelas 125 maupun di kelas 250 cc. Berkat kesuksesan tersebut, tahun 1962, Honda memberanikan diri terjun di tiga kelas sekaligus yaitu kelas 125cc, kelas 250cc dan kelas 350cc. Hasilnya benar-benar luar biasa. Honda berhasil menjadi juara di ketiga kelas yang berbeda tersebut. Soichiro Honda tidak terlena dengan kemenangan-kemenangan tersebut. Tahun 1966, Soichiro Honda menciptakan Honda RC166 dan Honda RC149 dan berhasil menjadi juara dunia kelas 125 cc maupun kelas 250cc. Sayangnya, karena aturan yang membatasi penggunaan jumlah silinder, tahun 1968, Honda terpaksa harus menarik diri dari kejuaraan. Baru pada tahun 1978, Honda kembali ikut serta di Ajang WorldGP dengan Honda NR500. Sayangnya, comeback Honda ini tidak berjalan mulus. Baru pada tahun 1982, Honda turun dengan NS500, Motor 2-Tak 500cc bermesin V-3. Hasilnya, tahun 1983, Honda menjadi juara dunia bersama pembalapnya Freddie Spencer.  Inovasi tidak berhenti di situ. Setelah era Honda NS500, Honda terus mengembangkan motor balapnya. Atas kesuksesannya di ajang balap internasional tersebut, Honda dikenal di penjuru dunia. Dan sekarang, Honda menjadi salah satu pabrikan motor terbesar di dunia.

Honda akhirnya memang sukses dengan mimpi-mimpinya. Dan pada usia 84 tahun, Soichiro Honda meninggal dunia, tepatnya pada 5 Agustus 1991 setelah sebelumnya menjalani perawatan di RS Juntendo, Tokyo akibat penyakit lever.



Tuesday, December 2, 2014

Mengenal Fungsi Jalu Setang Pada Motor

Pengendara motor tentunya tahu dengan komponen yang biasa disebut sebagai jalu stang atau bar-end. Komponen kecil yang letaknya di ujung setang dan dapat dilepas maupun dipasang kembali. Bentuknya sangat simpel dan sederhana. Karena bentuknya yang simpel tersebut, banyak biker yang seringkali tidak memperhatikan keberadaan komponen yang satu ini. Bahkan banyak biker yang sepertinya tidak paham dengan fungsi dari bar-end. Keberadaannya seringkali dianggap tidak berguna. Imbasnya kita bisa melihat biker yang lebih memilih untuk melepas jalu setang dari motornya. Alasannya seringkali simple karena menganggu pemandangan, menjadikan motor terlihat seperti lebih lebar, motor terlihat kurang gagah dan lain sebagainya.
Memang, keberadaan jalu setang membuat tampilan motor seolah menjadi lebih lebar. Akan tetapi, kita juga harus mengetahui bahwa keberadaan jalu setang memiliki fungis tersendiri yang tidak bisa disepelekan begitu saja. Fungsinya pun bisa dikatakan sangat penting untuk keselamatan berkendara kita. 

Apa fungsi jalu setang pada motor? Fungsi utama dari jalu setang adalah sebagai penyeimbang atau balancer.
Bar-end ini tentusaja tidak sembarangan dibuat. Beratnya sudah didesain sedemikian rupa oleh pabrikan sehingga dapat memberikan kestabilan pada setang motor. Kalau kemudi sudah tidak stabil, akan sangat berbahaya bagi keselamatan pengendarannya. Fungsi lainnya yang tak kalah penting adalah mengurangi getaran pada kemudi motor agar setang menjadi lebih stabil dan nyaman saat dikendarai. Di samping kedua fungsi utama tersebut, keberadaan jalu motor dapat mengurangi resiko kecelakaan pada biker. Sebab, keberadaannya dapat menjadi proteksi ketika motor jatuh. 

Lantas apa efeknya ketika jalu setang ini dilepas? Jika jalu setang dilepas maka motor akan terasa goyang dan tidak stabil. Situasi seperti ini cukup tidak nyaman juga tidak aman bagi biker. Oleh karena itu, tidak ada salahnya membiarkan jalu setang pada tempatnya dan bekerja sebagaimana fungsinya. Toh sebenarnya motor tetap terlihat gagah dengan keberadaan jalu motor. Sebagai biker yang mengerti akan pentingnya keselamatan berkendara, tentu kita tidak bisa lagi menyepelekan fungsi dari jalu setang ini.