Sunday, November 30, 2014

Address, Skutik Menjanjikan Dari Suzuki

Beberapa waktu lalu, Pabrikan Suzuki melaunching salah satu varian skutik terbarunya. Skutik tersebut bernama Address. Kehadirannya diharapkan mampu memperbaiki penjualan Suzuki di bidang skutik. Suzuki memang tidak sanggup berbicara banyak di pasar skutik. Suzuki next tidak sanggup menjadi lawan yang sepadan untuk kompetitor utamanya Yamaha maupun Honda di kelas 110 cc. Karena itu, dengan kehadiran Address ini, diharapkan menjadi titik balik Suzuki untuk kembali ke kancah persaingin. Suzuki sepertinya tidak main-main dalam meluncurkan Address. Berbagai fitur disematkan kepada sang skutik. Harapannya jelas, Address sanggup berbicara banyak di kancah roda dua tanah air.

Bisa dikatakan Suzuki sangat percaya diri dengan skutik terbarunya ini. Dilepas ke pasaran dengan harga Rp 13, 8 jutaan, Address menggunakan mesin dengan kapasitas 110 cc SOHC berteknologi fuel injection.
Dengan banderol harga yang relatif setara dengan kompetitor di kelasnya, Address menawarkan berbagai hal yang cukup menjanjikan.

Berikut adalah beberapa hal yang cukup menjanjikan dari Suzuki Address:

1. Tampilan fresh dan easy looking
Suzuki Address tampil dengan garis desain baru yang lebih tajam. Body terlihat lebih padat, tidak terlihat terlalu besar, tidak pula terlalu kecil seperti next.

2. irit bahan bakar
Penggunaan teknologi fuel injection dari Suzuki membuat pabrikan mengklain Address sanggup menempuh jarak 53 kilometer dengan 1 liter bahan bakar.

3. kapasitas tangki bahan bakar 5,2 liter
Dengan kapasitas tangki 5,2 liter menjadikan Address skutik dengan tangki terbesar di kelasnya. Kapasitas tangki yang besar ini tentusaja sangat berguna untuk perjalanan yang relatif jauh. Kita tidak perlu sering mengisi bensin.

4. fitur utility box
Address juga dipersenjatai dengan bagasi sebesar 20, 6 liter. Bagasi ini sanggup menyimpan helm full face dan berbagai barang bawaan. Bagasi yang extra luas ini kembali menjadikan Address skutik dengan bagasi terbesar di kelasnya.

5. Fitur parking brake lock
Fitur ini memudahkan ketika kita parkir dalam posisi miring atau menanjak.

6. Kunci pengaman bermagnet

Suzuki Address dilepas ke pasaran dengan dua pilihan warna yaitu Metalic Medium Blue dan Celebrating Red. Dan yang menjadi nilai tambah dari Address adalah produk yang dirakit di Indonesia ini berkualitas global mengingat ini merupakan skutik produksi Indonesia pertama yang diekspor ke 20 negara di berbagai benua. Dengan demikian, kualitasnya tentusaja sangat terjaga.

Dengan berbagai fitur dan keunggulan yang ditawarkan, layaklah Address menjadi salah satu skutik di kelas 110 cc yang cukup menjanjikan. Kehadirannya bisa menjawab kebutuhan biker yang menginginkan sepeda motor matic yang irit, fungsional sekaligus berkualitas global.


Mengenal Soichiro Honda, Pendiri Honda

Kita mengenal nama Honda sebagai salah pabrikan besar di bidang otomotif dunia. Di Indonesia saja, penjualan sepeda motor Honda mencapai kurang lebih 62% dari pangsa pasar sepeda motor secara nasional. Belum penjualannya di berbagai negara lain. Sebuah perusahaan otomotif asal Jepang yang fenomenal, dengan berbagai produk yang sangat inovatif. Kita tidak akan membahas tentang kesuksesan Honda. Akan tetapi, pada tulisan kali ini, kita akan mengenal sosok di balik kemunculan motor Honda. Sosok dengan berbagai impiannya yang kemudian menghasilkan sepeda motor Honda, yang  dalam perkembangannya, sepeda motor Honda benar-benar sukses sebagaimana yang diimpikan.

Sosok tersebut adalah Soichiro Honda, sang pendiri Honda. Soichiro Honda lahir pada 17 November 1906 di sebuah desa kecil bernama Komyo (ekarang bernama Tenryu) Hamamatsu, Prefektur Shizouka, Jepang. Beliau lahir sebagai anak pertama dari pasangan Gihei Honda & Mika Honda. Gehei Honda bekerja sebagai pandai besi, sekaligus memiliki bengkel reparasi sepeda. Sementara sang Ibu, Mika Honda berprofesi sebagai penenun. Lahir dari keluarga yang sederhana, Honda banyak menghabiskan waktunya untuk membantu ayahnya. Entah itu di bengkel sepeda ataupun pekerjaan lainnya seperti menempa besi.

Semenjak masih kecil, bakat Honda sudah terlihat. Ketika masih anak-anak, Honda bahkan sering meminta kepada kakeknya untuk diajak ke tempat penggilingan padi. Di sana, Honda bukannya membantu sang kakek. Honda lebih tertarik pada bagaimana mesin penggilingan padi tersebut bisa bekerja.
Sayangnya, di bidang pendidikan formal, Honda bukan termasuk anak yang pandai. Prestasi akademisnya tidak terlalu menonjol. Dan lagi, Honda juga tidak mengenyam pendidikan formal yang tinggi. Meskipun demikian, ketertarikannya yang begitu besar pada bidang mekanik telah membuat sang ayah menyadari bahwa anaknya tersebut memiliki suatu bakat besar di sana. Karena itulah, Gihei Honda kemudian mencarikan pekerjaan di kota Tokyo. Dan di usia yang masih belia, sekitar 15 tahunan, berkat sang ayah, Soichiro Honda bisa bekerja di sebuah berkel yang bernama Art Shokai.
Awalnya, Honda dipekerjakan sebagai cleaning service sekaligus sebagai pengasuh bayi dari pemilik bengkel. Meskipun demikian, Honda pantang menyerah. Honda memanfaatkan waktu senggang setelah mengasuh bayi untuk melihat cara kerja mobil yang sedang diperbaiki di bengkel. Kesempatan tersebut didapatkan ketika bengkel sudah tutup. Tak berhenti di situ saja, berbekal uang gajiannya, Honda  meminjam buku tentang otomotif di perpustakaan. Hal ini dilakukan untuk memperdalam pengetahuannya di bidang otomotif.

Sampai akhirnya momen untuk Honda akhirnya datang juga. Ketika dirinya sedang melaksanakan tugasnya sebagai cleaning service, sang pemilik bengkel memintanya untuk membantu di bengkel. Kondisi bengkel saat itu begitu sibuk. Dan yang terjadi kemudian adalah, Honda sanggup memperbaiki mesin mobil Ford Model T tahun 1908. Dengan gampangnya, Honda melaksanakan perbaikan. Hal mana yang membuat semua orang terbengong-bengong, mulai dari para mekanik sampai pemilik bengkel. Peristiwa ini lantas membuat Honda dipercaya menjadi teknisi di bengkel tersebut. Ilmu Honda kemudian semakin berkembang dan terasah. Bahkan Honda mampu menservice mesin mobil yang sepertinya sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki. Berkat kecerdasan dan kemampuannya yang mengagumkan tersebut, ketika pemilik Art Shokai membuka cabang Art Shokai di kota Hamamatsu, Honda dipercaya untuk menjadi kepala bengkelnya. Saat itu Soichiro Honda masih berumur 22 tahun.

bersambung

Saturday, November 29, 2014

Mempersiapkan Kendaraaan Di Musim Hujan

Musim hujan sudah datang. Bagi sebagian orang yang aktivitasnya menggunakan sepeda motor, tentu sangatlah tidak mengenakkan. Ketika sedang terjebak lampu merah, tahu-tahu langsung hujan deras, bisa basah semuanya. Padahal belum sempat pakai jas hujan. Belum lagi situasi jalan yang menjadi licin, banyak lubang-lubang yang tertutup genangan air yang bisa membahayakan keselamatan para pengendara. Masih banyak derita lain yang dialami para pengendara motor ketika musim hujan. Termasuk banjir yang bisa membuat motor menjadi mogok dan memerlukan perawatan yang tidak murah tentunya.

Di musim hujan seperti ini tentu kita wajib membawa jas hujan, dan sepatu karet yang memang didesain untuk menghadapi situasi hujan. Lalu bagaimana dengan motor kita? Di musim hujan seperti ini, kita juga harus mempersiapkan kendaraan menghadapi musim hujan. Tidak hanya bikernya yang perlu persiapan, motornya juga butuh dipersiapkan untuk menghadapi musim hujan.

Bagaimana supaya motor kita dalam kondisi prima di musim hujan?
Yuk kita bahas bersama-sama supaya sebagai biker kita tetap bisa berkendara dengan aman dan nyaman di musim hujan.


 Berikut adalah beberapa tips mempersiapkan motor saat menghadapi musim hujan:

1. Kita harus memastikan bahwa semua lampu berfungsi dengan baik atau menyala.Baik lampu depan, belakang, sein hingga stop lamp.
Hal ini sangat penting mengingat di musim hujan, curah hujan terkadang sangat tinggi sehingga menyebabkan jarang pandang yang terbatas. Dalam situasu seperti ini kita wajib menyalakan lampu untuk memberi tanda kepada pengendara lain bahwa ada kita yang sedang mengendarai motor. Kalau kita tidak menyalakan lampu, bisa terjadi kecelakaan mengingat jarak pandang yang sangat terbatas.

2. Chek kondisi ban.
Hendaknya ban masih dalam kondisi baik atau layak pakai. Hal ini mengingat situasi di jalanan yang licin. Ketika ban kita sudah gundul, amatlah berbahaya ketika misalnya kita butuh melakukan pengereman.

3. Check kondisi busi beserta tutupnya.
Seringkali kita harus menerjang genangan air yang tinggi di jalanan ketika musin hujan seperti ini. Kalau businya sudah jelek, rawan mati.

4. Untuk tipe motor bebek maupun sport, wajib hukumnya untuk selalu membersihkan dan melumasi rantai roda.

5. Chek kondisi rem apakah berfungsi dengan baik atau tidak.

6. Pastikan saringan udara tidak kemasukan air ketika menerjang banjit. Begitu pula dengan selang pernafasan karburator tidak tersumbat.


Itulah beberapa point yang perlu kita persiapkan ketika musim hujan seperti ini. Kalau mau aman, lebih baik lakukan service rutin di bengkel resmi demi memastikan kondisi motor. Jangan sampai kita menerjang banjir dengan kondisi motor yang tidak sehat. hal ini bisa berbahaya karena kalau motor mogok akan membutuhkan biaya perawatan yang lumayan mahal.

semoga berguna

Bagaimana Seharusnya Melakukan Pengereman Yang Baik

Pada kesempatan kali ini kita akan membicarakan mengenai pengereman yang baik ketika kita naik motor. Bagaimana seharusnya melakukan pengereman yang baik pada sepeda motor? Teknik pengereman yang kita lakukan bisa menjadi salah satu indikator dalam keselamatan berkendara. Kalau kita salah melakukan pengereman, misalkan pengereman mendadak sekaligus, bisa-bisa kita mengalami kecelakaan. Lalu bagaimana seharusnya melakukan pengeremen yang baik? Sepeda motor dilengkapi dengan rem depan dan  rem belakang. Pengereman yang baik seharusnya menggunakan baik rem depan maupun rem belakang secara bersamaan dengan memberikan porsi yang lebih besar untuk rem depan. Hal ini dengan memperhatikan saat kita melakukan pengereman, motor cenderung condong ke depan.
Akan tetapi, tidak selamanya pemberian porsi yang lebih besar pada rem depan bisa digunakan dalam berbagai situasi dan kondisi. Ada situasi dan kondisi tertentu yang tidak memungkinkan untuk memberikan porsi yang lebih besar pada rem depan. Kasusnya adalah ketika sedang hujan. Ketika sedang hujan, porsi penggunaan rem depan bisa dikurangi dan kita memberikan porsi pengereman yang lebih besar pada rem belakang. Kalau dibuat perbandingan, penggunaan rem depan sekitar 40% dan penggunaan rem belakang sekitar 60%. Begitu pula ketika kita sedang berada di jalur menikung atau berada di tikungan, hendaknya kita tidak menggunakan rem depan. Sebab penggunaan rem depan di tikungan sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan motor terpeleset.

Kemudian mengenai posisi jari ketika menarik tuas rem. Ada yang hanya menggunakan 1 jari atau 2 jari ketika menarik tuas rem. Karena beranggapan 2 jari saja sudah cukup kuat untuk melakukan pengereman. Anggapan ini tidaklah tepat. Ketika kita menarik tuas rem, hendaknya diusahakan untuk menggunakan keempat jari tangan kita. Pertanyaannya kenapa harus dengan empat jari? Karena kalau dengan empat jari, rem bisa dipegang full. Dengan demikian, akan didapatkan pengereman yang maksimal dibandingkan kalau kita hanya menggunakan 2 jari atau hanya dengan 3 jari.

Setelah kita tahu bagaimana melakukan pengereman yang baik, selanjutnya adalah tentang proses pengereman. Ketika kita melakukan pengereman, hendaknya gas dikosongkan terlebih dahulu. Dan jangan langsung melakukan pengereman sekaligus. Atau mengerem mendadak. Cara yang benar dalam melakukan pengereman adalah dengan menarik perlahan tuas rem. Atau istilahnya pengeremannya diurut. Perlahan-lahan makin lama makin kuat, tetapi tidak disentak. Dengan demikian hal ini menuntut kita untuk menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan kita sehingga memungkinkan kita untuk melakukan pengereman perlahan.

Itulah beberapa hal yang perlu kita pahami bersama meengenai bagaimana seharusnya melakukan pengereman yang baik. Jadi kita hendaknya tidak asal menarik tuas rem di jalanan. Karena hal itu bisajadi akan menjadi kebiasaan ketika kita di jalanan.

semoga berguna.

Friday, November 28, 2014

Bagaimana Posisi Tangan Dan Kaki Yang Benar Ketika Naik Motor?

Bagaimana posisi tangan dan kaki yang benar ketika naik motor? Seringkali, kita melihat posisi berkendara seorang yang terlalu nungging meskipun motor yang dikendarai bukanlah jenis motor sport.  Ada pula biker yang tampak santai dengan kaki dibiarkan terjuntai, keluar dari sayap bagian depan. Ada juga pemotor yang selalu mencengkeram tuas rem ketika berkendara. Posisi berkendara yang demikian bisa dikatakan bisa berbahaya bagi keselamatan seorang biker. Lalu bagaimana seharusnya posisi tubuh kita utamanya posisi tangan dan kaki ketika berkendara? Posisi tangan dan kaki saat berkendara amatlah menentukan keselamatan kita dalam berkendara di jalanan. Posisi kita utamanya tangan, kaki, dan posisi duduk harus diatur agar nyaman.

Mari kita mulai dari posisi tangan saat berkendara. Posisi tangan yang benar saat naik motor adalah tangan mengepal di setang. Dengan demikian, diusahakan agar tidak ada jari yang keluar dari kepalan. Memang masih banyak yang beranggapan bahwa kalau beberapa jari kita dalam posisi stand by di tuas rem akan bisa menghasilkan reflek yang bagus. Anggapan ini tidaklah sepenuhnya tepat. Karena jika sebagian jari kita stand by di tuas rem, yang terjadi adalah kemungkinan kita akan reflek untuk menarik tuas rem tersebut. Padahal bisa saja kita sedang tidak membutuhkan pengereman. Akibatnya, lampu rem belakang menyala dan bisa membuat pengendara di belakang menjadi terkejut. Karena itulah, posis tangan lebih baik mengepal dan full di setang untuk bisa memaksimalkan keseimbangan motor. Mengingat keseimbangan motor berada di setang. Begitu pula untuk motor yang menggunakan kopling. Jika kita tidak sedang menarik tuas kopling, tangan kiri lebih baik dalam posisi mengepal di setang motor. Biker yang biasanya membiarkan beberapa jarinya stand by di kopling, secara tidak sadar bisa saja menarik kopling tersebut. Hal itu tentusaja mengakibatkan pemborosan yang tidak perlu pada kampas kopling. Jelasnya, posisi tangan yang baik adalah mengepal di setang agar handling menjadi maksimal. Ketika kita akan melakukan pengereman, memberikan lampu sean, klakson, barulah jari keluar dari kepalan.

Lalu bagaimana dengan posisi kaki? Untuk sepeda motor tipe skutik, hendaknya kedua kaki berada dalam  deck. Jangan sampai ada bagian kaki yang keluar dari deck. Selain posisi kaki, posisi lutut pun tidak boleh keluar. Jadi, ketika kita mengendarai skutik, posisi paha, lutut maupun kaki harus sejajar dan tidak boleh keluar dari bagian body matik bagian depan. Untuk motor sport, posisi paha hendaknya menjepit tangki bensin. Diusahakan agar jepitannya maksimal. Karena dengan posisi tersebut, keseimbangan motor bisa diatur dengan maksimal ketikamelewati jalan berlubang. Untuk posisi kaki diusahakan untuk selalu dalam posisi stand by di pedal rem belakang dan persneling.
bagaimana posisi tangan dan kaki yang benar ketika naik motor
Untuk posisi badan. Posisi badan diusahakan dalam posisi tegak, jangan membungkuk atau terlalu menunduk ke depan. Posisi tegak dan rileks. Dan yang pasti posisinya membuat kita nyaman.

Demikianlah posisi badan, tangan, maupun kaki yang disarankan demi keselamatan berkendara. Tak ada salahnya kita coba demi kenyamanan dan keamanan dalam berkendara di jalanan. Akan lebih baik kalau kita tahu bagaimana posisi yanb baik dalam berkendara. Jangan sampai kita hanya bisa naik motor tetapi tidak membekali diri dengan pengetahuan berkendara yang baik dan benar.

Saturday, November 22, 2014

Apa Perbedaan Antara Premium, Pertamax dan Pertamax Plus

Pemerintah barusaja menaikkan harga BBM bersubsidi dari Rp 6.500, 00 menjadi Rp 8500, 00. Kenaikan senilai Rp 2.000,00 ini membawa dampak besar bagi masyarakat kita. Yang pasti, harga kebutuhan pokok ikut naik, biaya angkutan umum, belum kenaikan barang dan jasa lainnya.
Kita tidak akan membahas lebih jauh mengenai kenaikan BBM dan dampak yang ditimbulkannya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai perbedaan antara 3 jenis BBM yang biasa kita gunakan untuk kendaraan, khususnya roda dua yaitu premium, pertamax dan pertamax plus.
Diantara ketiganya, premium menjadi yang paling murah. Kemudian diikuti pertamax. Yang paling mahal tentusaja pertamax plus. Perbedaan harga ini tentusaja disesuaikan dengan kualitas bahan bakarnya. Untuk itu, mari kita bicarakan perbedaan diantara ketiganya.

1. Premium
Premium merupakan bahan bakar bersubsidi yang paling murah dan paling banyak digunakan untuk kendaraan bermotor. Premium memiliki Research Octane Number (RON) 88, terendah dibandingkan dengan yang lain. Bahan bakar bersubsidi ini (sejak 2006) sudah tidah mengandung timbah sehingga tidak banyak menimbulkan polusi. Premium sendiri merupakan bahan bakar jenis distilat yang berwarna jernih kekuningan.
Sebagai bahan bakar bersubsidi paling murah dan dengan RON terendah,  premium tidak cocok digunakan untuk mesin berkompresi tinggi. Karena penggunaannya pada mesin berkompresi tinggi bisa menyebabkan mesin mengalami knocking. Knocking ini menyebabkan tenaga mesin berkurang. Karena pada prinsipnya premium yang dimasukkan dalam mesin kendaraan akan terbakar dan meledak tetapi tidak sesuai dengan gerakan piston. Knocking yang terjadi dalam jangka waktu yang lama bisa mengakibatkan kerusakan pada piston kendaraan.
Selain itu, kelemahan premium adalah penggunaan tambahan pewarna dye, serta menghasilkan banyak NOx dan Cox. 

2. Pertamax
Sama halnya dengan premium, pertamax merupakan bahan bakar yang dihasilkan dari pengolahan minyak bumi. Dalam pengolahannya di kilang minyak, ditambahkan zat aditif sehingga menghasilkan bahan bakar yang dinamai Pertamax. Pertamax sendiri untuk pertama kalinya diperkenalkan pada tahun 1999 sebagai pengganti Premix 98. Premix 88 harus diganti dikarenakan mengandung unsur MTBE yang berbahaya bagi lingkungan. Pertamax cocol dipakai buat kendaraan yang sudah menggunakan teknologi setara dengan Electronic Fuel Injection (EFI) dan catalytic converters (pengubah katalitik). Utamanya untuk kendaraan yang diproduksi setelah tahun 1990. Pertamax mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan premium. Tentusaja karena mengandung RON yang lebih tinggi dari premium yaitu RON 92 dan karena sudah bebas timbal.  Pertamax sendiri cocok digunakan pada mesin berkompresi tinggi. Dan dibandingkan dengan premium, NOx dan Cox yang dihasilkan pertamax jumlahnya lebih sedikit. 

3. Pertamax Plus
Pertamax plus merupakan bahan bakar dengan harga paling mahal dibandingkan premium dan pertamax. Bahan bakar ini pun sudah memenuhi standar performa International World Wide Fuel Charter  (IWWFC). Pertamax plus sendiri digunakan untuk kendaraan dengan rasio kompresi minimal 10,5 sudah menyematkan teknologi Electronic Fuel Injection (EFI), Variable Valve Timing Intelligent (VVTI), (VTI), Turbochargers, dan catalytic converters.
Sebagai bahan bakar dengan harga tertinggi, pertamax plus memiliki RON yang lebih tinggil dibandingkan pertamax  yaitu RON 95 dan sudah bebas timbal. Pertamax plus sendiri bisa membersihkan timbunan deposit pada fuel injector, inlet valve, dan ruang bakar.

Begitulah penjelasan ringkas mengenai ketiga jenis bahan bakar yang sering digunakan untuk kendaraan bermotor. Dari ketiganya tentusaja pertamax plus bisa dibilang merupakan bahan bakar dengan kasta tertinggi.


sumber: detikoto